Senin, 30 September 2013

Sikap terhadap Orang yang Berbeda Pendapat

 

Sikap terhadap Orang yang Berbeda Pendapat

 

 



Wa minhum may yu'minu bih³ wa minhum mal laa yu'minu bih(³), wa rabbuka a'lamu bil-mufsid³n(a). Wa in ka©©abμka faqul l³ 'amal³ wa lakum 'amalukum, antum bar³'μna mimmaa a'malu wa ana bar³'um mimmaa ta'malμn.


Artinya: "Dan di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan. Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad), maka katakanlah, "Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan." (Q.S. Yunus [10]: 40–41)

1. Kosakata

 

: dan di antara mereka

 

: beriman kepadanya (Al-Qur'an)

 

: sedangkan Tuhanmu

 

: lebih mengetahui

 

: tentang orang-orang yang berbuat kerusakan

 

: mereka mendustakanmu

 

: pekerjaanku

 

: pekerjaanmu

 

: berlepas diri/tidak bertanggung jawab


 
2. Penerapan Ilmu Tajwid
 

Beberapa hukum bacaan tajwid dapat ditemui dalam Surah Yunus [10] ayat 40–41 sebagai berikut.
 

a. Izhar Halqi
Bacaan izhar halqi terjadi jika ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf hamzah, ha, ha, kha, 'ain, dan gain. Cara membaca bacaan izha-r halqi adalah nun sukun atau tanwin dibaca jelas. Bacaan izhar halqi dapat ditemukan dalam kalimat:


 

b. Idgam Mi mi
Idgam mutama silain atau idga-m mi mi merupakan salah satu bacaan dalam ilmu tajwid. Bacaan idga -m mutamasilain terjadi jika mim mati bertemu dengan huruf mim. Cara membaca jika Anda bertemu dengan bacaan idgam mutama silain adalah mendengung. Dalam Surah Yunus [10] ayat 40–41 di depan terdapat bacaan idgam mutama silain, yaitu dalam kalimat:


 

c. Idgam Bilagunnah
Bacaan idgam bila -gunnah terjadi manakala ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf lam dan ra. Idgam berarti lebur atau masuk, sedangkan bila gunnah berarti tidak mendengung. Cara membaca bacaan idgam bila gunnah adalah lebur dengan tidak mendengung. Nun sukun atau tanwin lebur ke dalam huruf idgam bila gunnah yang ditemui dengan tidak mendengung.

Contoh bacaan idgam bilagunnah adalah:



d. Mad 'Arid Lissukun
Bacaan mad 'arid lissukun terjadi jika ada mad tabi'i yang bertemu dengan huruf pada akhir ayat (yang dibaca waqaf). Bacaan mad tabi'i ini berubah menjadi mad 'arid lissukun. Cara membaca bacaan mad 'arid lissukun ini adalah panjang satu hingga tiga alif.

Contoh:


(As'ad Humam. 1995. Halaman 9, 10, 15, dan 46)
 

 

3. Isi Kandungan Surah Yunus [10] Ayat 40–41
 

Allah Swt. dalam Surah Yunus [10] ayat 40–41 menjelaskan bahwa umat manusia terbagi menjadi dua dalam menerima Al-Qur'an. Pertama, golongan yang benar-benar memercayai dengan iktikad baik terhadap Al-Qur'an. Dalam golongan orang yang beriman kepada Al-Qur'an terdapat pula orang-orang yang hanya beriman secara lahir, sedangkan hati atau batinnya belum beriman. Kedua, golongan yang tidak beriman pada Al-Qur'an.


Keadaan umat Nabi Muhammad saw. ini juga terjadi ketika wahyu turun di Mekah. Ada golongan yang beriman dan ada yang tidak beriman atau bertahan dengan agama nenek moyang. Setelah Islam tersebar luas, kedua golongan penerima Al-Qur'an ini tetap bertahan. Di antara mereka ada yang dengan sepenuh hati menerima Al-Qur'an. Sebagian lagi ada yang menerima Al-Qur'an hanya karena keturunan.


Dalam lanjutan ayatnya Allah Swt. menjelaskan bahwa Dia lebih mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan. Orang-orang yang menerima Al-Qur'an hanya di bibir atau karena keturunan, suatu saat akan mengetahui akibat perbuatannya. Allah Swt. mengetahui orang-orang yang benar-benar beriman pada Al-Qur'an. Allah Swt. juga mengetahui orang-orang yang hanya beriman di bibir. Bagi mereka yang berbuat aniaya, menzalimi diri sendiri, membuat kerusakan, dan berbagai tindakan yang bertentangan dengan syariat lainnya akan mengetahui akibat perbuatannya. Mereka akan menerima balasan yang sesuai dari Zat Yang Maha Mengetahui.


Ayat 40 Surah Yunus [10] menjelaskan bahwa orang-orang yang memilih beriman atau tidak beriman pada Al-Qur'an akan bertanggung jawab terhadap perbuatannya. Jika manusia memilih tidak beriman pada Al-Qur'an, mereka akan bertanggung jawab terhadap perbuatannya. Orang-orang yang tidak beriman pada kebenaran yang dibawa oleh Nabi  Muhammad sebagai utusan Allah akan bertanggung jawab terhadap perbuatannya. Tiap-tiap manusia bertanggung jawab terhadap amal perbuatan atau pilihannya. Tidak ada satu orang pun yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan atau pilihan orang lain

 

Tiap-tiap manusia akan bertanggung jawab terhadap pilihan hidupnya Oleh karena itu, kita perlu memohon kepada Allah Swt. agar mendapat petunjuk-Nya.
 
Pilihan beriman atau tidak beriman memiliki akibat yang berbeda. Pilihan tidak beriman akan mendapat balasan yang sesuai. Begitu juga pilihan beriman dan berpegang teguh terhadap Al-Qur'an tentu akan memperoleh balasan yang sesuai. Tidak mungkin kebaikan akan mendapat balasan yang buruk dari-Nya. Kebaikan akan mendapat balasan yang baik, sedangkan pilihan tidak beriman dan tetap dalam kekafiran tentu akan mendapat balasan yang buruk.


Seseorang yang beriman tidak akan bertanggung jawab terhadap perbuatan orang lain yang tidak beriman. Orang yang tidak beriman juga tidak bertanggung jawab terhadap pilihan orang-orang yang beriman. Tiap-tiap manusia akan bertanggung jawab terhadap perbuatannya masing-masing. Tidak ada dosa limpahan dari orang lain. Pahala orang-orang yang mengerjakan kebaikan dan beriman tidak ada sangkut pautnya dengan orang-orang yang tidak beriman. Dosa yang diperoleh oleh orang-orang yang tidak beriman juga tidak ada sangkut pautnya dengan orang-orang yang beriman. Orang-orang yang tidak beriman akan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Orang-orang yang beriman juga akan bertanggung jawab terhadap pilihannya.


Sikap yang ditunjukkan terhadap setiap pilihan adalah menghormati dan menghargai pilihan tersebut. Orang-orang beriman menghormati dan menghargai pilihan orang-orang yang tidak beriman. Dengan keyakinan bahwa pilihan tersebut salah dan akan mendapat balasan yang sesuai di akhirat kelak. Orang-orang yang tidak beriman juga menghormati dan menghargai pilihan saudaranya untuk beriman. Mereka tidak boleh mengganggu amal atau ibadah yang dilaksanakan orang-orang yang beriman.
 

 

Download Buku

Artikel Lainnya

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Facebook Comments